Raup habis Nongsa, Batam – Senin, 5 Oktober 2026 Ratusan warga Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Kecamatan Nongsa, hari ini melakukan aksi unjuk rasa damai di Simpang Teluk Mata Ikan sebagai buntut matinya aliran air bersih ke permukiman warga.
Aksi dimulai sejak pukul [ 7.00wib pagi] Warga membawa spanduk, ember kosong, dan jerigen sebagai simbol krisis air yang sudah berlangsung berhari-hari
“Sudah berhari-hari air mati total. Untuk mandi, cuci, masak saja kami harus beli. Anak sekolah tidak bisa mandi. Ini bukan pertama kali terjadi,” teriak salah satu orator aksi Kronologi Masalah Air:
Warga menyebut krisis ini berulang. Sebelumnya, persoalan distribusi air di Kampung Tua Teluk Mata Ikan juga pernah terjadi akibat adanya uji coba pengaliran yang dilakukan PT Air Batam Hilir (PT ABHi) ke kawasan data center. Pola yang sama terulang hari ini, air warga dikorbankan.
Aksi serupa sebelumnya juga pernah terjadi di Simpang Turi – kawasan Simpang Teluk Mata Ikan, dimana warga turun ke jalan menuntut normalisasi air.
3 Tuntutan Warga Hari Ini:
1. Normalisasi SEGERA aliran air bersih ke Kampung Tua Teluk Mata Ikan dalam 1×24 jam.
2. Transparansi dari BP Batam dan PT ABHi soal pembagian debit air – hentikan prioritas data center di atas hak dasar warga.
3. Ganti rugi dan suplai air tangki gratis selama masa krisis, serta jaminan tertulis agar tidak terulang lagi.
Hingga berita ini dirilis pukul 10,0wib], warga masih bertahan di Simpang Teluk Mata Ikan. Aparat dari kepolisian terlihat Kapolsek Nongsa Akp EKO dan Camat Nongsa AMURI serta perwakilan dari ABH Sambau sudah berada di lokasi untuk mediasi. Arus lalu lintas dari Batu Besar menuju Nongsa terpantau tersendat.
Warga mengancam akan menginap di simpang dan menggeruduk Kantor BP Batam jika tuntutan tidak direspons hari ini***












